Showing posts with label AMALAN. Show all posts
Showing posts with label AMALAN. Show all posts

Sunday, 17 December 2017

6 Tren untuk Dekorasi Kamar Mandi Kecil Anda

6 Tren untuk Dekorasi Kamar Mandi Kecil Anda

Jika Anda memiliki kamar mandi kecil, Anda pasti tahu bahwa sehingga terlihat luas dan trendi dapat cukup tugas. Meskipun itu adalah salah satu yang menantang, sangatlah mungkin. Tahun ini, Anda tidak perlu bermimpi bahwa kamar mandi luas Anda selalu merindukan. Sebaliknya, Anda dapat membuat sebagian besar apa yang Anda miliki. Semua yang Anda butuhkan untuk membuat perubahan yang sangat dibutuhkan adalah ide-ide dekorasi lucu. 

Mengecat pekerjaan 

Semuanya dimulai dengan memberikan dinding kamar mandi mantel baru. Anda selalu bisa mendapatkan keuntungan dari warna yang berbeda berdaun hijau adalah pilihan yang baik untuk kamar mandi kecil. Selain membuat mereka tampak lebih besar, itu juga menetapkan dalam ceria. Putih terang juga telah besar dengan model kamar mandi tersebut. Intinya adalah; menjadi pemilih ketika datang ke warna karena tidak setiap rona sangat bagus untuk kamar mandi kecil. 

Jelajahi potongan aksen

Banyak orang hanya gagal untuk mengenali kekuatan aksen dekorasi. Luangkan waktu Anda untuk mempertimbangkan penempatan dan warna dekorasi ini. Jika dilakukan dengan serius, siapa pun melangkah di dalam kamar mandi Anda akan terpana oleh keindahan bukan berpikir tentang ukuran. 

Waktu untuk memikirkan kembali pencahayaan 

Kebanyakan orang cenderung mengabaikan kekuatan pencahayaan yang ideal di sebuah ruangan kecil. Kamar mandi adalah di mana Anda menghabiskan beberapa menit di pagi hari, bersiap-siap untuk hari besar ke depan. Membuat setiap hitungan menit dengan membawa perlengkapan pencahayaan yang tepat dan gaya. Pilih perlengkapan yang tidak hanya menyediakan penerangan yang cukup tetapi juga menambah keanggunan ke ruang kamar mandi kecil. 

Pilih titik fokus yang ideal

Salah satu cara menggeser perhatian orang dari ukuran tampilan kamar mandi Anda adalah dengan memilih untuk focal point yang ideal Anda dapat dengan mudah membangun sekitar. Apa pun yang Anda memilih untuk harus bergantung pada preferensi Anda. Di masa lalu, banyak pemilik rumah memilih untuk cermin dan potongan karya seni yang dipilih dengan hati-hati. Pikirkan apa permen mata yang indah dapat Anda lakukan untuk kamar mandi kecil Anda. Anda akan terlalu sibuk mengagumi keindahan memikirkan ruang terbatas. Caranya terletak dalam memilih tempat yang sempurna yang akan menarik perhatian sejak awal. 

Pertimbangkan lantai dramatis

Terlepas dari dinding, Anda dapat menarik diri perhatian yang tidak perlu pada ukuran kamar mandi Anda dengan berinvestasi dalam desain genteng dramatis. Terlepas dari selera dan preferensi, selalu ada desain yang akan membuat Anda merasa seperti tinggal di kamar mandi lagi. Cukup berani untuk membawa lantai keramik besar di dalam kamar mandi kecil Anda. 

Mengadopsi bunga cat mural 

besar lukisan datang dalam berbagai warna dan desain. Ide menggabungkan stensil pernyataan untuk dinding kamar mandi kecil Anda adalah sesuatu yang layak merangkul. Memperkenalkan nafas segar ke kamar mandi Anda dengan membawa cat mural bunga. Jika Anda tidak yakin membawa keluar sempurna, jangan ragu melibatkan seorang profesional.

Sebuah kamar mandi kecil tidak harus berarti ruang kusam. Anda dapat membuat sebagian besar ruang kamar mandi Anda dengan menjadi kreatif dengan apa yang Anda inginkan. Yang Anda butuhkan adalah kolam trik dari pemenang penghargaan desainer kamar mandi.

Wednesday, 13 December 2017

Tide Reviews

Tide Reviews

When it comes to Laundry Detergents, I must say that after trying many different laundry detergents, that nothing can compare to Tide Products. Whether you’re a mom raising 2 children, or a starving college student like myself, Tide gets it done! I rash very easily and after trying many other laundry detergents out there, I must say Tide is the only one that works. Tide can be more expensive than other brands, but Tide Products is by far the best detergent out there. One way I’ve learned to save money on Tide Products is not to fill the detergent tray to maximum. This is a common mistake that many like myself have made, but it’s a simple fix to get more money out of Tide Products. 
Nothing is worse than having to remove stains from your clothes, especially your favorite T-shirt! The Proctor & Gamble company has come up with effective ways to more easily remove stains. Try these steps below!
Stain Removal Tips
Different stains can require different removal processes. The good news is that most stain removal procedures are similar, except when it comes to pretreating. Follow these tips on how to get stains out of your favorites, no matter the cause:
1. Remove the excess stain. Use a paper towel, a fork or a brush to get rid of as much of the stain as possible on the garment. This particularly applies in cases of dried-in stains.
2. Pretreat stains. Here it’s important to know the type of stain you are dealing with, because each requires a different pretreatment method:
• Treat enzymatic stains with liquid detergent and Tide’s unique Zap Cap, the detergent bottle cap with special stain-removing bristles. 
• Presoak grease stains with liquid detergent in warm water.
• Rinse garments affected by body-soil stains under cold water.
• Presoak and wash bleachable stains with powder detergent.
• Presoak clay or dirt stains in cold water with liquid detergent.
3. If you pretreat with a cap, then make sure you cover the stain with liquid detergent, rub the cap’s bristles vertically, horizontally and in circular, gentle motions for better stain penetration.
4. Add detergent according to the product labels and the load size.
5. Wash your garments according to the instructions given by the fabric-care label.

Personally, I like using Tide Pods versus the traditional detergent because it already uses the right amount of detergent to wash clothes without you having to pour liquid into the detergent tray, and this in effect can also save more money with less uses of detergent. Many people aren’t aware that even Tide Samples are also just a click away so that you can try it for yourself first before buying. Use Tide Detergent, that’s all I can say! Get your Tide Samples today! https://tinyurl.com/TideReviews
When it comes to Laundry Detergents, I must say that after trying many different laundry detergents, that nothing can compare to Tide Products. Whether you’re a mom raising 2 children, or a starving college student like myself, Tide gets it done! I rash very easily and after trying many other laundry detergents out there, I must say Tide is the only one that works.

What Are Varicose Veins, How Do They Happen and What Treatment Options Are Available?

What Are Varicose Veins, How Do They Happen and What Treatment Options Are Available?

What are varicose veins?
Varicose veins are enlarged veins that can be found anywhere on your body, but mainly on the legs and feet, because of the increase of pressure your body puts on them. Varicose veins can be very painful causing discomfort for those that are suffering from them. And sometimes the varicose veins may even lead to more serious health problems. 

What causes varicose veins? 
Let's start off with discussing what veins do for our body. Veins and arteries work together to circulate blood throughout our bodies. The arteries carry blood from the heart to the tissues, while the veins return blood to your heart. To return blood to your heart, the veins in your legs have to work against gravity. The muscle contractions in the legs act as a pump along with the elastic vein walls and valves to help return the blood. So, what factors may cause the veins and all their parts to properly not work? 

Age- The risk for varicose veins increases with age. Aging can cause wear and tear on the valves, which can result in the blood flowing back down into your veins, collecting instead of flowing up. 

Pregnancy- When you are pregnant, the amount of blood in your body increases, but decreases the flow of your blood from your legs to your pelvis. This circulatory change is designed to help the growing fetus but can result in varicose veins. 

Family History-Just like other health issues, family history can play a role in why you have varicose veins.

Obesity- Being overweight and bearing that weight on your legs can add unwanted pressure on the veins causing them to struggle with circulating the blood flow back up to the heart. If this is the case, your veins will become enlarged forming varicose veins. 

Standing or sitting for too long- To increase blood flow, it's best if you do not stand or sit in the same position for too long. Try to move and bend your legs as often as you can, when you know that you will be sitting or standing for long period. 

What treatment options are available?
Luckily there are treatment options for varicose veins! Here are the treatments. 

Spider & Varicose Vein Treatment – Sclerotherapy: Sclerotherapy is a non-surgical office procedure that can treat most diseased surface veins. Medication is injected into a vein using special needles and syringes. 
Surface Varicose Vein Treatment – Ambulatory Phlebectomy: An ambulatory phlebectomy is a minimally invasive procedure that removes large surface varicose veins. After local anesthesia, the diseased veins are pulled up and delicately removed through very small punctures that do not require stitches. 

An End to Outdated Vein Stripping Techniques – The VNUS Closure Procedure: Using ultrasound; a Closure catheter is positioned into the diseased vein, through a small opening in the skin. The tiny catheter delivers radiofrequency (RF) energy to the vein wall. As the RF energy is delivered and the catheter is withdrawn, the vein wall is heated, causing the collagen in the wall to shrink and the vein to close.

Wednesday, 22 November 2017

Makalah Biologi- Biokimia 2017

Biokimia Dulu biokimia dipandang sebagai ilmu fisiologi, kesehatan/pengobatan dan ilmu kimia organik. Semenjak tahun 1980-an Biokimia berkembang dengan pesatnya berkat perkembangan ilmu lain yang mampu menciptakan alat-alat analitik/penera yang sangat peka yang menghasilkan bahan-bahan pelacak isotofik sehingga
memungkinkan para ahli untuk lebih mendalami dan dapat menerangkan fenomena-fenomena biologi.

Tujuan tersebut di atas rupa-rupanya sulit untuk dicapai. Tetapi jika ingin dituju adalah ciri hidup dari jasad hidup maka mungkin banyak yang dapat dilakukan oleh para ahli dalam ilmu biokimia ini.

 Berdasarkan beberapa pendapat bahwa ilmu biokimia banyak dimanfaatkan oleh para ahli dimana-mana sampai sekarang ini. Bahkan dewasa ini dijadikan sebagai ilmu terapan di berbagai unversitas.

B.    Tujuan

Berdasarkan latar di atas dapat diketahui bahwa tujuan penyusunan makalah ini adalah :
Untuk mengetahuai bagaimana proses penerapan ilmu biokimia
Untuk memahami energi biokimia, reaksi redoks dan fotosintesis


BAB II
PEMBAHASAN


A.    Lingkup Biokimia

Dulu biokimia dipandang sebagai ilmu fisiologi, kesehatan/pengobatan dan ilmu kimia organik. Semenjak tahun 1980-an Biokimia berkembang dengan pesatnya berkat perkembangan ilmu lain yang mampu menciptakan alat-alat analitik/penera yang sangat peka yang menghasilkan bahan-bahan pelacak isotofik sehingga memungkinkan para ahli untuk lebih mendalami dan dapat menerangkan fenomena-fenomena biologi.

Ada tiga perkembangan yang menyebabkan biokimia diakui sebagai ilmu yang berdiri sendiri dan bukan lagi merupakan cabang ilmu lain :

Pengakuan atas sistem multi ensim yang bertindak sebagai katalitis pada jalus metabolisme.
Bahwa selama proses metabolisme terjadi perpindahan energi dalam sel hidup.
Bahwa sifat turun menurun merupakan suatu proses biologi yang dapat diterangkan secara molekuler.

Tujuan biokimia yang mendasar yaitu : menentukan apakah kumpulan molekul/senyawa yang terdapat dalam jasad hidup setelah saling mengadakan interaksi dapat membentuk, memelihara dan mempertahankan status hidupnya, masih harus dibuktikan.

Tujuan tersebut di atas rupa-rupanya sulit untuk dicapai. Tetapi jika ingin dituju adalah ciri hidup dari jasad hidup maka mungkin banyak yang dapat dilakukan oleh para ahli dalam ilmu biokimia ini.


B.    Ciri Hidup

Menurut para ahli ada sekurang-kurangnya ada 3 ciri hidup biokimia bahwa sel hidup terdiri dari :

Sangat terorganisasi dan sangat kompleks; tiap komponen mempunyai fungsi yang sangat spesifik,
Makna terorganisasi dan mengorganisasi sendiri ialah bahwa antar organ/kesatuan aktivitas terkecil bahwa senyawa yang menyusun jasad hidup,m mempunyai fungsi khusus dan bersama-sama melaksanakan tugasnya

Mempunyai kemampuan untuk mengekstrak energi dari sekelilingnya
Bahwa jasad hidup mempunyai kemampuan untuk mengekstrak energi dari sekelilingnya dan mengubah bentuk energi yang diekstrakannya ke bentuk lain Misalnya  energi solar (energi matahari) oleh tumbuhan diubah menjadi energi kimia yang disimpannya dalam bentuk hasil tumbuhan ini.

Dapat menurunkan sifat atau dapat mereflikasi dirinya sendiri dengan tepat.

C.    Energi Biokimia dan Siklus ATP

Salah satu ciri hidup yang dapat di identifikasi dari sel atau jasad hidup ialah kemampuannya untuk dapat mengekstraksi energi dari sekelilingnya. Energi yang didasari dari lingkungannya itu diubah dan di simpan dalam Adenosin Tri-Fosfat

1.    Adenosin Tri-Fosfat

Adenosin Tri-Fosfat adalah senyawa yang termasuk dalam senyawa monokleotida, yaitu salah satu monumer dalam asam nukleat.

Senyawa ini untuk pertama kali dikemukakan oleh C.Frike dan Y.Subbarow di Amerika Serikat dan Lohmann di Jerman pada tahun 1929. Waerberg dan W. Meyerhof dinyatakan bahwa senyawa tersebut dinyatakan bahwa senyawa proses pemecahan anerobik glukosa menjadi asam laktat dan dalam jaringan otot.

H. Clackar (Denmark) dan V. Belitzus (Uni Soviet) dapat membuktikan ATP juga timbul dari ADP dalam suatu proses yang dinamakan fosforilasi oksidatif.
Englhardt dan M.N. Lyubimova menjelaskan bahwa ATP dihidrolisis menjadi ADP oleh miosin dlam suatu proses yang membentuk energi.

2.    Energi Bebas

Bgian dari bahan makanan yang dapat diunakan untuk melakukan kerja seperti biosentesis (kerja kimia), teransepor akip(kerja kosmatik), konteraksi muskular (kerja mekanik) dan lain-lainnya di sebut energi bekas, yang di singkat dengan F (free) atau G = Gibss. Dalam ilmu biokimia energi bebas diripnisikan: bagian dari energia suatu sistem yang dapat di gunakan untuk melakukan kerja pada  suhu, tekanan, dan volume tetap.

Bila suatu sistem perbahan dari suatu kelainan keadaan maka terjadilahperubahan energi bebas yang akan mencapai minimum apa bila sistem tersebut mencapai keseimbangannya.

3.    Reaksi Reduksi- Oksidasi (Redoks) (delta)Fo’

Dalam biokimia banyak dijumpai reaksi dan redoksi. Kedua proses itu sebenarnya tidak dapat dipisakan satu sama lain. Kalau dalam satu sistem atau suatu proses ada senyawa yang dioksidasi maka sebaliknya tentu ada senyawa yang terreduksi . oleh karna itu maka proses itu diberi nama reduksi- oksidasi atau sering disebut redoks.peroses itu merupakan teranseper elekrtron, atau kedua-duanya. Pada perteraseper itu terjadi perubahan energi bebas yang dapat di ukur besarnya dengan menggunakan persamaan: 



Makalah Biologi- Biokimia 2017







Untuk mengetahuai besarnya perubahan redoks suatu sistem maka dipergunakan sebuah pengukur. Pengukur yang maksud pada umumnya ialah elektroda H, yang potensial redoksnya secara potensi disepakai = 0,0 vol.

D.    LIPIDA

1.    Fungsi

Lifida mempunyai beberapa fungsi diantaranya adalah :
Komponen struktural memberan
Sumber energi
Lapisan pelindung
Vitamin dan hormon

2.    Klasifikasi dan Tanaman

Pada umumnya klasifikasi lifida di dasarkan atas kerangka dasarnya dan dibedakan menjadi lifida kompleks dan lifida sederhana. Golongan pertama dapat dihidrolisis sedangkan golongan kedua tidak dapat dihidrolisis.

3.    Lifida Kompleks

Lifida kompleks dibagi menjadi :

a.    Triasil kliserol
Nama lain untuk golongan senyawa ini adalah lemak netral dan triklesirida.

b.    Fosfolifidia
Nama lain golongan senyawa ini ialah fosfogliserita atau gliserul fosfatida.

c.    Sfigolifida dan glikosfingolifida
Senyawa ini berkerangka dasar spigosin atau basah yang sejenis, dan terdapat dalam memberan sel hewan dan sel otak.

d.    Lilin
Lilin adalah senyawa yang berbentuk ester asam lemak dengan alkohol bukan glirserol.

4.    Lifida sederhana

Lifida yang dibicara diatas semuanya dapat dihidrolisis dengan alkali dalam keadaan panas. Yang selanjutnya menghasilkan sabun. Ada golongan lifida lain yang tidak dapat diubah menjadi sabun senyawa ini termasuk stroida dan terpena.

E.    Fotosintesis

1.    Energi cahaya dan sistem hidup

Kita dapat membayangkan suatu dasar radiasi cahaya yaitu paton (kuanton cahaya) merupakan suatu paket gelombang radiasi elektromagnetik.
Paton termasuk bagian salah satu bekas cahaya seperti molekul bagian sejumlah suatu zat kimia.

2.    Kloroflas dan organisme fotosintesis
Fotosintesis diantarkan oleh baik prokaliot maupun eukaliot. Distribusi organisme fotosintesis termasuk : ganggang, tumbuh-tumbuhan, diatum, bakteri, fotosintesis, fotosintetik. Termasuk bakteri belerang.

3.    Reaksi fotosintesis
Reaksi fotosintesi keseluruhan bagi autotrof yang fotosintesis ialah
nH2O + nCO2 ------->    (CH2O)n + nO2
 nH2O   = Pemberi elektron
nCO2    = Penerima elektron
CH2O   = Karbohidrat
O2        = Yang dihasilkan pada fotosintesis berasal dari H2O. Disini H2O berperan sebagai pemberi elektron.

4.    Viksasi karbon : reaksi gelap
Kelvin dan Busham menemukan bahwa salah satu senyawa radioaktif yang pertama dibentuk dalam sel adalah 3- fosfog liserat, suatu hasil antara gilkolis

5.    Pengatur pertumbuhan : tumbuhan/tanaman
Tumbuhan seperti halnya hewan mempunyai fisiologi kompleks yang didalamnya terdapat hormon-hormon atau zat memainkan peranan yang sangat menentukan dalam perkembangan individu.


BAB III
PENUTUP


A.    Kesimpulan

Berdasarkan pembahasan pada bab sebelumnya dapat disimpulkan bahwa penerapan ilmu biokimia dewasa ini sangat dirasakan dimana-mana seperti energi yang dikembangkan oleh biokimia dalam mengembangkan proses pertumbuhan ilmu keserhatan. Sedangkan beberapa aspek lain seperti lifida saat ini mempunyai fungsi : Komponen struktural memberan, Sumber energi, Lapisan pelindung, Vitamin dan hormon. Sedangkan energi yang dikembangkan oleh fotosintesis selama ini seperti Energi cahaya dan sistem hidup, Kloroflas dan organisme fotosintesis, reaksi fotosintesis

B.    Saran 

Setelah membaca beberapa referensi dan merangkai beberapa kalimat dalam sebuah makalah ini penulis dapat memberikan beberapa saran antara lain :

Kepada dosen pengajar agar tetap memberikan motivasi kepada mahasiswa sebagai peserta didik untuk mencari beberapa jenis pengetahuan lain yang terkait dengan ilmu biokimia
Sedangkan pada teman-teman agar tetap mencari beberapa alternatif dalam memecahkan sebuah pesoalan yang terkait dengan proses belajar mengajar terutama dalam bidang ilmu pengetahuan.





DAFTAR PUSTAKA


Martoharsono, Seharsono, 2006. Biokimia Jilid I,  Yogyakarta : Gaja Mada Universiti Press

Page, David, 2007. Prinsip-prinsip biokimia edisi III, Surabaya : Univeristas Erlangga

Tuesday, 21 November 2017

KEWARGANEGARAAN Makna Setiap Alinea Dalam Pembukaan UUD 1945

KEWARGANEGARAAN Makna Setiap Alinea Dalam Pembukaan UUD 1945

1.Alinea Pertama,

Dari pembukaan UUD 1945, yang berbunyi :”Bahwa kemerdekaan itu ialah hal segala bangsa, oleh sebab itu maka penjajahan di atas dunia harus dihapuskan karena tidak sesuai dengan pri kemanusiaan dan perikeadilan” kalimat tersebut menunjukkan keteguhan dan kuatnya motivasi bangsa Indonesia untuk melawan penjajahan untuk merdeka, dengan demikian segala bentuk penjajahan haram hukumnya dan segera harus dienyahkan dari muka bumi ini karena bertentangan dengan nilai-nilai kemanusian dan keadilan.

2. Alinea Kedua,

 Yang berbunyi :”Dan pergerakan kemerdekaan Indonesia telah sampailah kepada saat yang berbahagia dengan selamat sentosa mengantarkan rakya Indonesia kedepan pintu gerbang kemerdekaan negara Indonesia, yang merdeka, bersatu, berdaulat adil dan makmur”.

Kalimat tersebut membuktikan adanya penghargaan atas perjuangnan bangsa Indonesia selama ini dan menimbulkan kesadaran bahwa keadaan sekarang tidak dapat dipisahkan dengan keadaan kemarin dan langkah sekarang akan menentukan keadaan yang akan datang. Nilai-nilai yang tercermin dalam kalimat di atas adalah negara Indonesia yang merdeka, bersatu, berdaulat adil dan makmur hal ini perlu diwujudkan.


3. Alinea Ketiga,

Yang berbunyi :”atas berkat rahmat Allah Yang Maha Kuasa dan dengan didorongkan oleh keinginan luhur, supaya berkehidupan kebangsaan yang bebas, maka rakyat Indonesia dengan ini menyatakan kemerdekaannya”.

Pernyataan ini bukan saja menengaskan lagi apa yang menjadi motivasi riil dan materil bangsa Indonesia untuk menyatakan kemerdekaannya, tetapi juga menjadi keyakinan menjadi spritualnya, bahwa maksud dan tujuannya menyatakan kemerdekaannya atas berkah Allah Yang Maha Esa. Dengan demikian bangsa Indonesia mendambakan kehidupan yang berkesinambungan kehidupan materiil dan spritual, keseimbangan dunia dan akhirat.


4.  Alinea Keempat,

Yang berbunyi :’kemudian daripada itu untuk membentuk suatu pemerintah negara Indonesia dan untuk memajukan kesejahteraan umum, mencerdasakan kehidupan bangsa, dan ikut melaksanakan ketertiban dunia yang berdasarkan kemerdekaan, perdamaian abadi dan keadilan sosial, maka disusunlah kemerdekaan kebangsaan Indonesia, yang terbentuk dalam suatu susunan negara Republik Indonesia yang berkedaulatan rakyat dengan berdasarkan kepada :Ketuhanan Yang Maha Esa, kemanusiaan yang adil dan beradab, Persatuan Indonesia, Kerakyatan yang dipimpin oleh hikmat kebijaksanaan dalam permusyawaratan/perwakilan’.

Dengan rumusan yang panjang dan padat ini pada aline keempat pembukaan Undang-Undang Dasar 1945 ini punya makna bahwa

Negara Indonesia  mempunyai fungsi sekaligus tujuan, yaitu melindungi segenap bangsa Indonesia  dan seluruh tumpah darah Indonesia, memajukan kesejahteraan umum, mencerdaskan kehidupan bangsa dan ikut melaksanakan ketertiban dunia yang berdasarkan kemerdekaan, perdamaian abadi dan keadilan sosial,
Keharusan adanya Undang-Undang Dasar,
Adanya asas politik negara yaitu Republik yang berkedaulan rakyat, adanya asas kerohanian negara, yaitu rumusan Pancasila, Ketuhanan Yang Maha Esa, Kemanusian yang adil dan beradab, Persatuan Indonesia, Kerakyatan yang dipimpin oleh hikmat kebijaksanaan dalam permusyawaratan/perwakilan, keadilan sosial bagi seluruh rakyat Indonesia.

Pengertian Kooperatif

A.Pengertian Kooperatif

Pembelajaran kooperatif adalah suatu sistem yang didasarkan pada alasan bahwa manusia sebagai makhluk individu yang berbeda satu sama lain sehingga konsekuensi logisnya manusia harus menjadi makhluk sosial, makhluk yang berinteraksi dengan sesama (Nurhadi 2003: 60)
Pengertian Kooperatif

Abdurrahman dan Bintoro (2000) dalam Nurhadi 2003 : 61 menyatakan pembelajaran kooperatif adalah suatu sistem yang di dalamnya terdapat elemen-elemen yang saling terkait. Adapun berbagai elemen dalam pembelajaran kooperatif adalah adanya 

Saling ketergantungan positif, 
Interaksi tatap muka,
Akuntabilitas individual, dan 
Keterampilan untuk menjalin hubungan antara pribadi atau keterampilan sosial yang secara sengaja diajarkan.

Roger dan David Johnson mengatakan bahwa tidak semua kerja kelompok bisa dianggap coopartive learning. Untuk mencapai hasil yang maksimal, lima unsur model pembelajaran gotong royong harus diterapkan : Pengertian Kooperatif

Saling ketergantungan positif
Tanggungjawab perseorangan 
Tatap Muka
Komunikasi antar anggota
Evaluasi proses kelompok (Anita Lie, 1999 : 30)

Model pembelajaran kooperatif sangat berbeda dengan pengajaran langsung. Di samping model pembelajaran kooperatif dikembangkan untuk mencapai hasil belajar akademik, model pembelajaran kooperatif juga efektif untuk mengembangkan keterampilan sosial siswa (Usman, 2002 : 30).

Jadi pola belajar kelompok dengan cara kerjasama antar siswa dapat mendorong timbulnya gagasan yang lebih bermutu dan meningkatkan kreativitas siswa, pembelajaran juga dapat mempertahankan nilai sosial bangsa Indonesia yang perlu dipertahankan. Ketergantungan timbal balik mereka memotivasi mereka untuk dapat bekerja lebih keras untuk keberhasilan mereka, hubungan kooperatif juga mendorong siswa untuk menghargai gagasan temannya bukan sebaliknya.
Adapun karakteristik pembelajaran kooperatif adalah :
Siswa bekerja dalam kelompok untuk menuntaskan materi belajar
Kelompok dibentuk dari siswa yang memiliki keterampilan tinggi, sedang dan rendah. 
Bilamana mungkin, anggota kelompok berasal dari ras, budaya, suku, dan jenis kelamin yang berbeda. 
Penghargaan lebih berorientasi kelompok ketimbang individu (Ibrahim. dkk, 2000 : 6).

Tujuan penting lain dari pembelajaran kooperatif adalah untuk mengajarkan kepada siswa keterampilan kerjasama dan kolaborasi. Keterampilan ini amat penting untuk dimiliki di dalam masyarakat di mana banyak kerja orang dewasa sebagian besar dilakukan dalam organisasi yang saling bergantungan satu sama lain dan di mana masyarakat secara budaya semakin beragam (Ibrahim, dkk, 2000 : 9).

Sedangkan menurut Linda Lungren (1994 : 120) dalam (Ibrahim, dkk. 2000 : 18) ada beberapa manfaat pembelajaran kooperatif bagi siswa dengan prestasi belajar yang rendah, yaitu: Pengertian Kooperatif
Meningkatkan pencurahan waktu pada tugas
Rasa harga diri menjadi lebih tinggi
Memperbaiki sikap terhadap IPA dan sekolah
Memperbaiki kehadiran 
Angka putus sekolah menjadi rendah
Penerimaan terhadap perbedaan individu menjadi lebih besar
Perilaku mengganggu menjadi lebih kecil
Konflik antar pribadi berkurang
Sikap apatis berkurang
Pemahaman yang lebih mendalam
Motivasi lebih besar
Hasil belajar lebih tinggi 
Retensi lebih lama
Meningkatkan kebaikan budi, kepekaan dan toleransi

Jadi, pembelajaran kooperatif mencerminkan pandangan bahwa manusia belajar dari pengalaman mereka dan partisipasi aktif dalam kelompok kecil membantu siswa belajar keterampilan sosial yang penting, sementara itu secara bersamaan mengembangkan sikap demokrasi dan keterampilan berpikir logis. Pengertian Kooperatif

Sunday, 19 November 2017

Pancasila Sebagai Ideologi Negara

Pancasila Sebagai Ideologi Negara
Pancasila Sebagai Ideologi Negara

Pengertian Ideologi - Ideologi berasal dari kata yunani yaitu iden yang berarti melihat, atau idea yang berarti raut muka, perawakan, gagasan buah pikiran dan kata logi yang berarti ajaran. Dengan demikian ideologi adalah ajaran atau ilmu tentang gagasan dan buah pikiran atau science des ideas (AL-Marsudi, 2001:57).

Puspowardoyo (1992 menyebutkan bahwa ideologi dapat dirumuskan sebagai komplek pengetahuan dan nilai secara keseluruhan menjadi landasan seseorang atau masyarakat untuk memahami jagat raya dan bumi seisinya serta menentukan sikap dasar untuk mengolahnya. Berdasarkan pemahaman yang dihayatinya seseorang dapat menangkap apa yang dilihat benar dan tidak benar, serta apa yang dinilai baik dan tidak baik.


Menurut pendapat Harol H. Titus. Definisi dari ideologi adalah: Aterm used for any group of ideas concerning various political and aconomic issues and social philosophies often applied to a systematic scheme of ideas held by groups or classes, artinya suatu istilah yang digunakan untuk sekelompok cita-cita mengenai bebagai macam masalah politik ekonomi filsafat sosial yang sering dilaksanakan bagi suatu rencana yang sistematis tentang suatu cita-cita yang dijalankan oleh kelompok atau lapisan masyarakat.

Bila kita terapkan rumusan ini pada Pancasila dengan definisi-definisi filsafat dapat kita simpulkan, maka Pancasila itu ialah usaha pemikiran manusia Indonesia untuk mencari kebenaran, kemudian sampai mendekati atau menanggap sebagai suatu kesanggupan yang digenggamnya seirama dengan ruang dan waktu.

Hasil pemikiran manusia yang sungguh-sungguh secara sistematis radikal itu kemuduian dituangkan dalam suatu rumusan rangkaian kalimat yang mengandung suatu pemikiran yang bermakna bulat dan utuh untuk dijadikan dasar, asas, pedoman atau norma hidup dan kehidupan bersama dalam rangka perumusan satu negara Indonesia merdeka, yang diberi nama Pancasila.

Kemudian isi rumusan filsafat yang dinami Pancasila itu kemudian diberi status atau kedudukan yang tegas dan jelas serta sistematis dan memenuhi persyaratan sebagai suatu sistem filsafat. Termaktub dalam Pembukaan Undang-Undang Dasar 1945 alinea ke empat maka filsafat Pancasila itu berfungsi sebagai Dasar Negara Republik Indonesia yang diterima dan didukung oleh seluruh bangsa atau warga Negara Indonesia.

Demikian isi rumusan sila-sila dari Pancasila sebagai satu rangkaian kesatuan yang bulat dan utuh merupakan dasar hukum, dasar moral, kaidah fundamental bagi peri kehidupan bernegara dan masyarakat Indonesia dari pusat sampai ke daerah-daerah

Pancasila sebagai dasar Negara, maka mengamalkan dan mengamankan Pancasila sebagai dasar Negara mempunyai sifat imperatif dan memaksa, artinya setiap warga Negara Indonesia harus tunduk dan taat kepadanya. Siapa saja yang melangggar Pancasila sebagai dasar Negara, harus ditindak menurut hukum yakni hukum yang berlaku di Indonesia. Dengan kata lain pengamalan Pancasila sebagai dasar Negara disertai sanksi-sanksi hukum. Sedangkan pengamalan Pancasila sebagai weltanschuung, yaitu pelaksanaan Pancasila dalam hidup sehari-hari tidak disertai sanksi-sanksi hukum tetapi mempunyai sifat mengikat, artinya setiap manusia Indonesia terikat dengan cita-cita yang terkandung di dalamnya untuk mewujudkan dalam hidup dan kehidupanya, sepanjang tidak melanggar peraturan perundang-undangan yang barlaku di Indonesia.
Jadi, jelaslah bagi kita bahwa mengamalkan dan mengamankan Pancasila sebagai dasar Negara Republik Indonesia mempunyai sifat imperatif memaksa. Sedangkan pengamalan atau pelaksanaan Pancasila sebagai pandangan hidup dalam hidup sehari-hari tidak disertai sanksi-sanksi hukum tetapi mempunyai sifat mengikat.
Pancasila sebagai filsafat bangsa dan Negara dihubungkan fungsinya sebagai dasar Negara, yang merupakan landasan idiil bangsa Indonesia dan Negara Republik Indonesia dapatlah disebut pula sebagai ideologi nasional atau ideologi Negara.

 Artinya pancasila merupakan satu ideologi yang dianut oleh Negara atau pemerintah dan rakyat Indonesia secara keseluruhan, bukan milik atau monopoli seseorang ataupun sesuatu golongan tertentu.
Sebagai filsafat atau dasar kerohanian Negara, yang meruapakn cita-cita bangsa, Pancasila harus dilaksanakan atau diamalkan, yang mewujudkan kenyataan dalam penyelenggaraan hidup kenegaraan kebangsaan dan kemasyarakatan kita.

Bila terjadi kesenjangan dalam kehidupan kenegaraan dan kemasyarakatan, kita harus kembali kepada filsafat Negara Republik Indonesia untuk mencari jalan keluarnya atau untuk meluruskan kembali.

Pancasila Sebagai Ideologi Negara


Update 10 November 2011 Pancasila Sebagai Ideologi Negara

I. Pengertian dan Fungsi Ideologi

Nama ideologi berasal dari kata ideas dan logos. Idea berarti gagasan,konsep, sedangkan logos berarti ilmu. Pengertian ideologi secara umum adalah sekumpulan ide, gagasan, keyakinan, kepercayaan yang menyeluruh dan sistematis dalam bidang politik, ekonomi, sosial, budaya dan keagamaan.

Ciri-ciri ideologi adalah sebagai berikut :
Mempunyai derajat yang tertinggi sebagai nilai hidup kebangsaan dan kenegaraan.
Oleh karena itu, mewujudkan suatu asas kerohanian, pandanagn dunia, pandangan hidup, pedoman hidup, pegangan hidup yang dipelihara diamalkan dilestarikan kepada generasi berikutnya, diperjuangkan dan dipertahankan dengan kesediaan berkorban.



Fungsi ideologi menurut beberapa pakar di bidangnya :
Sebagai sarana untuk memformulasikan dan mengisi kehidupan manusia secara individual. (Cahyono, 1986)
Sebagai jembatan pergeseran kendali kekuasaan dari generasi tua (founding fathers) dengan generasi muda. (Setiardja, 2001)
Sebagai kekuatan yang mampu member semangat dan motivasi individu, masyarakat, dan bangsa untuk menjalani kehidupan dalam mencapai tujuan. (Hidayat, 2001)


II. Pancasila sebagai Ideologi Bangsa

Pancasila sebagai ideologi bangsa adalah Pancasila sebagai cita-cita negara atau cita-cita yang menjadi basis bagi suatu teori atau sistem kenegaraan untuk seluruh rakyat dan bangsa Indonesia, serta menjadi tujuan hidup berbangsa dan bernegara Indonesia.

Berdasarkan Tap. MPR No. XVIII/MPR/1998 tentang Pencabutan Ketetapan MPR tentang P4, ditegaskan bahwa Pancasila adalah dasar NKRI yang harus dilaksanakan secara konsisten dalam kehidupan berbangsa dan bernegara.


III. Pancasila sebagai Ideologi Terbuka

Makna dari ideologi terbuka adalah sebagai suatu sistem pemikiran terbuka.

Ciri-ciri ideologi terbuka dan ideologi tertutup adalah :

Ideologi Terbuk
merupakan cita-cita yang sudah hidup dalam masyarakat.
Berupa nilai-nilai dan cita-cita yang berasal dari dalam masyarakat sendiri.
Hasil musyawarah dan konsensus masyarakat.
Bersifat dinamis dan reformis.

Ideologi Tetutup
Bukan merupakan cita-cita yang sudah hidup dalam masyarakat.
Bukan berupa nilai dan cita-cita.
Kepercayaan dan kesetiaan ideologis yang kaku.
Terdiri atas tuntutan konkret dan operasional yang diajukan secara mutlak.

Menurut Kaelan, nilai-nilai yang terkandung dalam ideologi Pancasila sebagai ideologi terbuka adalah sebagai berikut
Nilai dasar, yaitu hakekat kelima sila Pancasila.
Nilai instrumental, yang merupakan arahan, kebijakan strategi, sasaran serta lembaga pelaksanaanya.
Nilai praktis, yaitu merupakan realisasi nilai-nilai instrumental dalam suatu realisasi pengamalan yang bersifat nyata, dalam kehidupan sehari-hari dalam masyarakat, berbangsa dan bernegara.


PERTANYAAN :
Mengapa Indonesia menggunakan ideologi terbuka?
Bagaimana cara menumbuhkan kadar dan idealism yang terkandung Pancasila sehingga mampu memberikan harapan optimisme dan motivasi untuk mewujudkan cita-cita?


JAWABAN :
Karena Indonesia adalah sebuah negara dan sebuah negara memerlukan sebuah ideologi untuk menjalankan sistem pemerintahan yang ada pada negara tersebut, dan masing-masing negara berhak menentukan ideologi apa yang paling tepat untuk digunakan, dan di Indonesia yang paling tepat adalah digunakan adalah ideologi terbuka karena di Indonesia menganut sistem pemerintahan demokratis yang di dalamnya membebaskan setiap masyarakat untuk berpendapat dan melaksanakan sesuatu sesuai dengan keinginannya masing-masing. Maka dari itu, ideologi Pancasila sebagai ideologi terbuka adalah yang paling tepat untuk digunakan oleh Indonesia.
Kita harus menempatkan Pancasila dalam pengertian sebagai moral, jiwa, dan kepribadian bangsa Indonesia. Pancasila sebagai jiwa bangsa Indonesia keberadaanya/lahirnya bersamaan dengan adanya bangsa Indonesia. Selain itu,Pancasila juga berfungsi sebagai kepribadian bangsa Indonesia. Artinya, jiwa bangsa Indonesia mempunyai arti statis dan dinamis. Jiwa ini keluar diwujudkan dalam sikap mental, tingkah laku, dan amal perbuatan bangsa Indonesia yang pada akhirnya mempunyai cirri khas. Sehingga akan muncul dengan sendirinya harapan optimisme dan motivasi yang sangat berguna dalam mewujudkan cita-cita bangsa Indonesia.

PTK Taman Kanak Kanak (Penelitian Tindakan Kelas Untuk TK PAUD )

PTK Taman Kanak Kanak  (Penelitian Tindakan Kelas Untuk TK PAUD ) - Sebelumnya PTK  PAUD ini ada yang request di fans facebook blog ini dan saat itu saya tidak punya PTK Taman Kanak Kanak, saya coba cari file PTK di hardisk eeeh ternyata ada, dan dengan sesegera itu saya posting,

Oh ya sebelumnya saya juga sudah memposting beberapa contoh/model PTK di berbagai jenjang seperti SD/MI, SMP/MTS, SMA/MA/SMK lebih jelasnya teman-teman bisa lihat nih ptk bahasa indonesia sd, fiqih ma, pai smp, penjasorkes smp, serta yang lagi populer di baca kan orang ptk ipa sd. ptk bahasa arab mts, pai sma, ptk b. indo kelas 1, ptk bahasa jerman, matematika sd kelelas 6, ptk smk, ptk matematika sd kelas 4, ptk penjasorkes sd, penjasorkes smp, ptk bahasa indonesia sma xi

PTK Taman Kanak Kanak (Penelitian Tindakan Kelas Untuk TK PAUD )


 So, tanpa berbicara panjang lebar, mending tengok aja yeee, contoh ptk tk paud dibawah ini.
Judul :
PENINGKATAN KEMAMPUAN MEMBACA PERMULAAN SISWA TK DALAM PEMBELAJARAN KEMAMPUAN BERBAHASA MELALUI  PENERAPAN MEDIA GAMBAR  (PENELITIAN TINDAKAN KELAS DI TK. NEGERI PEMBINA KECAMATAN SEDATI KABUPATEN SIDOARJO)

BAB I
PENDAHULUAN
PTK Taman Kanak Kanak


A.    Latar Belakang

Pendidikan Taman Kanak-Kanak merupakan salah satu bentuk pendidikan pra sekolah yang terdapat di jalur pendidikan sekolah (PP No. 27 Tahun 1990). Sebagai lembaga pendidikan pra-sekolah, tugas utama Taman Kanak-Kanak adalah mempersiapkan anak dengan memperkenalkan berbagai pengetahuan, sikap perilaku, keterampilan dan intelektual agar dapat melakukan adaptasi dengan kegiatan belajar yang sesungguhnya di Sekolah Dasar.

Pandangan ini mengisyaratkan bahwa Taman Kanak-Kanak merupakan lembaga pendidikan pra-sekolah atau pra-akademik. Dengan demikian Taman Kanak-Kanak tidak mengemban tanggung jawab utama dalam membina kemampuan akademik anak seperti kemampuan membaca dan menulis. Substansi pembinaan kemampuan akademik atau skolastik ini harus menjadi tanggung jawab utama lembaga pendidikan Sekolah Dasar.

Alur pemikiran tersebut tidak selalu sejalan dan terimplementasikan dalam praktik kependidikan Taman Kanak-Kanak dan Sekolah Dasar di Indonesia. Pergeseran tanggung jawab pengembangan kemempuan skolastik dari Sekolah Dasar ke Taman Kanak-Kanak terjadi di mana-mana, baik secara terang-terangan maupun terselubung. Banyak Sekolah Dasar seringkali mengajukan persyaratan atau tes “membaca dan menulis”. Lembaga Pendidikan Sekolah Dasar seperti ini sering pula di anggap sebagai lembaga pendidikan “berkualitas dan bonafide”.

Peristiwa praktik pendidikan seperti itu mendorong lembaga pendidikan Taman Kanak-Kanak maupun orang tua berlomba mengajarkan kemampuan akademik membaca dan menulis dengan mengadapsi pola-pola pembelajaran di Sekolah Dasar. Akibatnya, tidak jarang Taman Kanak-Kanak tidak lagi menerapkan prinsip-prinsip bermain sambil belajar atau belajar seraya bermain, sehingga Taman Kanak-Kanak tidak lagi taman yang indah, tempat bermain dan berteman banyak, tetapi beralih menjadi “Sekolah” Taman Kanak-Kanak dalam makna menyekolahkan secara dini pada anak-anak. Tanda-tandanya terlihat pada pentargetan kemampuan akademik membaca dan menulis agar bisa memasukkan anaknya ke Sekolah Dasar favorit. PTK Taman Kanak Kanak

Mengajarkan membaca dan menulis di Taman Kanak-Kanak dapat dilaksanakan selama batas-batas aturan pengembangan pra-sekolah serta mendasarkan diri pada prinsip dasar hakiki dari pendidikan Taman Kanak-Kanak sebagai sebuah taman bermain, sosialisasi, dan pengembangan berbagai kemampuan pra-skolastik yang lebih substansi yaitu bidang pengembangan kemampuan dasar yang meliputi kemampuan berbahasa atau membaca kognitif, fisik-motorik dan seni.

Mencermati kondisi kegiatan pembelajaran membaca dan menulis di Taman Kanak-Kanak yang berlangsung sebagaimana digambarkan di atas, perlu dilakukan penelitian yang bersifat reflektif dengan melakukan tindakan tertentu yang direncanakan, dilaksanakan dan dievaluasi. Dengan serangkaian tindakan itu diharapkan dapat mengubah suasana pembelajaran ke arah pembelajaran yang lebih memungkinkan siswa terlibat secara aktif dan menyenangkan. Hal itu dapat dicapai dengan melalui pembelajaran menggunakan media gambar. Media gambar adalah penyajian visual 2 dimensi yang dibuat berdasarkan unsur dan prinsip rancangan gambar, yang berisi unsur kehidupan sehari-hari tentang manusia benda-benda, binatang, peristiwa, tempat dan sebagainya (Taufik Rachmat, 1994).

Gambar banyak digunakan guru sebagai media dalam proses belajar mengajar, sebab mudah diperoleh tidak mahal dan efektif, serta menambah gairah dalam motivasi belajar siswa.

B.    Rumusan Masalah PTK Taman Kanak Kanak

Agar penelitian tindakan ini dapat lebih terarah, maka secara operational permasalahan penelitian ini difokuskan pada media gambar dan guru dalam pelaksananaan proses belajar mengajar, membaca di Kelompok B Taman Kanak-Kanak Negeri Pembina Kecamatan Sedati Kabupaten Sidoarjo. Secara rinci permasalahan penelitian ini dirumuskan dalam pertanyaan-pertanyaan penelitian sebagai berikut:
Bagaimanakah gambaran pembelajaran membaca dengan media gambar di Taman Kanak-Kanak secara klasikal ?
Bagaimanakah gambaran pembelajaran membaca di Taman Kanak-Kanak dengan media gambar secara kelompok ?
Apakah terjadi peningkatan kemampuan siswa dalam membaca setelah mereka mengikuti pembelajaran membaca dan menulis dengan menggunakan media gambar?


C.    Tujuan Penelitian

Penelitian ini secara umum bertujuan untuk menemukan terjadinya peningkatan kemampuan membaca dan menulis dengan menggunakan media gambar. Secara khusus penelitian ini bertujuan untuk :
Menggambarkan pembelajaran membaca di Taman Kanak-Kanak dengan media gambar secara klasikal.
Menggambarkan pembelajaran membaca di Taman Kanak-Kanak dengan media gambar secara kelompok.
Menemukan terjadinya peningkatan kemampuan siswa dalam membaca setelah menerapkan pembelajaran dengan menggunakan media gambar.

D.    Lingkup Penelitian
Lingkup penelitian yang menjadi batasan materi dalam penelitian adalah kemampuan berbahasa dengan media gambar di Taman Kanak-Kanak Kelompok B. penelitian ini dilaksanakan pada siswa kelompok B Taman Kanak-Kanak Negeri Pembina Kecamatan Sedati Kabupaten Sidoarjo.

E.    Definisi Operasional PTK Taman Kanak Kanak

Untuk mendapatkan kesamaan arti pada penelitian ini dipertukarkan pendefinisian istilah :
Kemampuan berbahasa yang diajarkan di Taman Kanak-Kanak kelompok B pada penelitian ini sesuai dengan materi yang terdapat pada kurikulum Taman Kanak-Kanak 2004 yaitu kemampuan membaca permulaan (pra membaca), sedangkan pelaksanaannya menggunakan pendekatan temaik dan pembelajaran yang berorientasi pada prinsip bermain sambil belajar atau belajar seraya bermain.
Yang dimaksud siswa mampu membaca permulaan (pra membaca) adalah siswa dapat menghubungkan dan menyebutkan tulisan sederhana dengan simbol yang melambangkannya atau media gambarnya.

F.    Manfaat Penelitian

Penelitian ini diharapkan memberikan manfaat bagi :
Siswa Taman Kanak-Kanak, agar mereka terbiasa dalam suasana kegiatan pembelajaran di Taman Kanak-Kanak yang menyenangkan dan tidak menakutkan.
Bagi guru Taman Kanak-Kanak, dengan penerapan media gambar, guru memperoleh pengalaman baru dalam melaksanakan kegiatan pembelajaran kemampuan berbahasa di Taman Kanak-Kanak yang berpusat pada anak.
Bagi peneliti, dapat membantu guru dalam mengatasi masalah dalam pembelajaran kemampuan berbahasa di Taman Kanak-Kanak.

BAB II
TINJAUAN PUSTAKA
PTK Taman Kanak Kanak


A.    Perkembangan Kemampuan Berbahasa

Bahasa merupakan alat komunikasi utama bagi seorang anak untuk mengungkapkan berbagai keinginan maupun kebutuhannya. Anak-anak  yang memiliki kemampuan berbahasa yang baik pada umumnya memiliki kemampuan yang baik pula dalam mengungkapkan pemikiran, perasaan serta tindakan interaktif dengan lingkungannya. Kemampuan berbahasa ini tidak selalu didominasi oleh kemampuan membaca saja tetapi juga terdapat sub potensi lainnya yang memiliki peranan yang lebih besar seperti penguasaan kosa kata, pemahaman (mendengar dan menyimak) dan kemampuan berkomunikasi.

Pada usia Taman Kanak-Kanak (4 – 6 tahun), perkembangan kamampuan berbahasa anak ditandai oleh berbagai kemampuan sebagai berikut :
Mampu menggunakan kata ganti saya dalam berkomunikasi.
Memiliki  berbagai perbendaharaan kata kerja, kata sifat, kata keadaan, kata tanya dan kata sambung.
Menunjukkan pengertian dan pemahaman tentang sesuatu.
Mampu menggungkapkan pikiran, perasaan, dan tindakan dengan menggunakan kalimat sederhana.
Mampu membaca dan mengungkapkan sesuatu melalui gambar

Perkembangan kemampuan tersebut muncul ditandai oleh berbagai gejala seperti senang bertanya dan memberikan informasi tentang berbagai hal, berbicara sendiri, dengan atau tanpa menggunakan alat seperti (boneka, mobil mainan, dan sebagainya). Mencoret-coret buku atau dinding dan menceritakan sesuatu yang fantastik. Gejala-gejala ini merupakan pertanda munculnya kepermukaan berbagai jenis potensi tersembunyi (hidden potency) menjadi potensi tampak (actual potency). Kondisi tersebut menunjukkan berfungsi dan berkembangnya sel-sel saraf pada otak. (DepDikNas, 2000 : 6)

Secara khusus, perkembangan kemampuan membaca pada anak berlangsung dalam beberapa tahap sebagai berikut:

1.    Tahap fantasi (magical stage)
Pada tahap ini anak mulai belajar menggunakan buku, mulai berpikir bahwa buku itu penting, melihat atau membolak-balikan buku dan kadang-kadang anak membawa buku kesukaannya. Pada tahap pertama, guru dapat memberikan atau menunjukkan model/contoh tentang perlunya membaca, membacakan sesuatu pada anak, membicarakan buku pada anak.

2.    Tahap pembentukan konsep diri (self concept stage)
Anak memandang dirinya sebagai pembaca, dan mulai melibatkan diri dalam kegiatan membaca, pura-pura membaca buku, memberi makna pada gambar atau pengalaman sebelumnya dengan buku, menggunakan bahasa buku meskipun tidak cocok dengan tulisan.
Pada tahap kedua, orang tua atau guru memberikan rangsangan dengan jalan membacakan sesuatu pada anak. Guru hendaknya memberikan akses pada buku-buku yang diketahui anak-anak. Orang tua atau guru juga hendaknya melibatkan anak membacakan buku.

3.    Tahap membaca gambar (bridging reading stage)
Pada tahap ini anak menjadi sadar pada cetakan yang tampak serta dapat menemukan kata yang sudah dikenal, dapat mengungkapkan kata-kata yang memiliki makna dengan dirinya, dapat mengulang kembali cerita yang tertulis, dapat mengenal cetakan kata dari puisi atau lagu yang dikenalinya serta sudah mengenal abjad.
Pada tahap ketiga, guru membacakan sesuatu pada anak-anak, menghadirkan berbagai kosa kata pada lagu dan puisi, memberikan kesempatan sesering mungkin.

4.    Tahap pengenalan bacaan (take-off reader stage)
Anak mulai menggunakan tiga sistem isyarat (fraphoponic, semantic dan syntactic) secara bersama-sama. Anak tertarik pada bacaan, mulai mengingat kembali cetakan pada konteknya, berusaha mengenal tanda-tanda pada lingkungan serta membaca berbagai tanda seperti kotak susu, pasta gigi, atau papan iklan.
Pada tahap keempat guru masih harus membacakan sesuatu pada anak-anak sehingga mendorong anak membaca suatu pada berbagai situasi. Orang tua dan guru jangan memaksa anak membaca huruf secara sempurna.

5.    Tahap membaca lancar (independent reader stage)
Pada tahap ini anak dapat membaca berbagai jenis buku yang berbeda secara bebas. Menyusun pengertian dari tanda, pengalaman dan isyarat yang dikenalnya, dapat membuat perkiraan bahan-bahan bacaan. Bahan-bahan yang berhubungan secara langsung dengan pengalaman anak semakin mudah dibaca. (DepDikNas, 2000 : 7 – 8).

Untuk memberikan rangsangan positif terhadap munculnya berbagai potensi keberbahasaan anak diatas maka permainan dan berbagai alatnya memegang peranan penting. Lingkungan (termasuk didalamnya peranan orang tua dan guru) seharusnya menciptakan berbagai aktifitas bermain secara sederhana yang memberikan arah dan bimbingan agar berbagai potensi yang tampak akan tumbuh dan berkembang secara optimal
BAB III
METODE PENELITIAN
PTK Taman Kanak Kanak


A.    Pendekatan Dan Jenis Penelitian
Pendekatan yang digunakan dalam penelitian ini adalah pendekatan kualitatif, penelitian ini berangkat dari masalah yang di dapat di lapangan, kemudian direfleksikan dan dianalisis berdasarkan teori yang menunjang, kemudian dilaksanakan tindakan di lapangan. Kesimpulan yang diperoleh tidak dapat digeneralisasikan pada ruang lingkup yang lebih luas, karena untuk kondisi dan situasi yang berbeda hasilnya dapat berbeda. Penelitian ini dapat dijadikan model untuk memberikan rekomendasi pada situasi yang lain (Arifin Imron, 1990 : 4)

Jenis penelitian yang digunakan adalah penelitian berusaha untuk memahami makna peristiwa dari interaksi yang terjadi selama penelitian berlangsung.

B.    Model Penelitian

Penelitian ini merupakan penelitian tindakan kelas, karena penelitian ini dilaksanakan sesuai dengan langkah-langkah pada penelitian tindakan yang meliputi penyusunan rencana, melaksanakan tindakan, mengobservasi, melakukan analisis dan refleksi terhadap hasil observasi dari hasil analisis dan refleksi setiap akhir kegiatan dilakukan tindakan perbaikan pada siklus yang berikutnya berdasarkan hasil analisis dan refleksi yang dibuat sebelumnya.

Pada model pembelajaran yang digunakan dalam penelitian ini pembelajaran kemampuan membaca melalui penerapan media gambar.

C.    Rancangan Penelitian
Penelitian tindakan ini dilaksanakan dalam dua siklus kegiatan yaitu siklus 1 dan siklus 2. Masing-masing siklus terdiri 4 tahap kegiatan yaitu :
Menyusun rencana tindakan
Melaksanakan tindakan
Melakukan observasi
Membuat analisis dilanjutkan refleksi

Pada penelitian ini yang melaksanakan kegiatan mengajar adalah Kepala Taman Kanak-Kanak bersama-sama dengan guru kelompok B sekaligus sebagai observer

PTK Taman Kanak-Kanak

SIKLUS – 1 PTK Taman Kanak Kanak

a.    Penyusunan rencana tindakan 1
Pada tahap ini Kepala Taman Kanak-Kanak menyusun rencana pembelajaran berdasarkan pokok bahasan dan tema yang akan diajarkan yaitu kemampuan membaca meliputi merumuskan tujuan pembelajaran, menyusun langkah-langkah pembelajaran, merencanakan alat peraga (media) apa yang sesuai pokok bahasan yang akan diajarkan dari bagaimana menggunakannya, serta menyusun alat evaluasi yang sesuai dengan tujuan.

b.    Pemberian tindakan 1
Guru melaksanakan pengajaran dengan menggunakan media gambar sesauai dengan perencanaan yang telah disusun. Pada kegiatan awal pembelajaran guru melakukan kegiatan berbagi dan bertanya serta tanya jawab tentang benda-benda di sekitar anak, siswa di bentuk tiga kelompok yang terdiri dari 7 – 8 anak, siswa, masing-masing kelompok di beri tugas untuk mengamati dan melihat gambar-gambar benda yang telah disediakan, kemudian siswa diminta menghubungkan antara tulisan (kata) dengan gambar benda yang melambangkan. Dengan memberikan tugas-tugas diharapkan siswa mendapat pemahaman tentang konsep kemampuan membaca permulaan dengan menggunakan media gambar dan kartu kata yang telah disediakan.

c.    Melakukan observasi
Pada waktu kegiatan pembelajaran berlangsung, Kepala Taman Kanak-Kanak bersama guru kelompok B melakukan observasi dan mencatat kejadian-kejadian selama kegiatan pembelajaran berlangsung yang nantinya dapat bermanfaat untuk pengambilan keputusan apakah guru dapat menggunakan kalimat dengan tepat atau perlu diadakan. Apakah tugs-tugas dan pertanyaan yang diajukan guru sudah mencerminkan pembelajaran kemampuan berbahasa (pra membaca)

d.    Pembuatan analisis dan refleksi
Dari hasil observasi dilakukan analisis pada tindakan 1 kemudian dilanjutkan dengan refleksi. Berdasarkan hasil analisis dan refleksi yang dilakukan bersama-sama ini, direncanakan perbaikan dengan melakukan tindakan 2 terhadap permasalahan-permasalahan yang masih ada. Untuk mengetahui apakah guru dapat menyusun rencana pembelajaran yang mencerminkan pembelajaran kemampuan berbahasa (pra membaca) dapat dilihat dan komponen-komponen yang terdapat pada rencana pembelajaran yang telah disusunnya.

Mudah mudahan dengan adanya contoh ptk taman kanak kanak ini teman teman bisa terbantu dalam menyusun ptk teman yang bersangkutan

Saturday, 18 November 2017

RENCANA PELAKSANAAN PEMBELAJARAN (RPP) - PAI XI

RENCANA PELAKSANAAN PEMBELAJARAN
(RPP)
RENCANA PELAKSANAAN PEMBELAJARAN (RPP) - PAI XI


Nama Sekolah : SMK Negeri 1 Dlanggu 
Mata Pelajaran : Pendidikan Agama Islam Dan Budi Pekerti
Kelas / Semester/ : XI / 3
Topik : Masa Kejayaan Islam yang di nanti
Materi Pokok : Perkembangan peradaban Islam pada masa kejayaan.
Alokasi Waktu : 3 X 3 Jam Pelajaran 
Jumlah Pertemuan : 3 x Pertemuan
A. Kompetensi Inti:
  (K2) Mengembangkan perilaku (jujur, disiplin, tanggungjawab, peduli, santun, ramah lingkungan,  gotong royong, kerjasama, cinta damai, responsif dan pro- aktif) dan menunjukan sikap sebagai bagian dari solusi atas berbagai permasalahan bangsa dalam berinteraksi secara efektif dengan lingkungan sosial dan   alam serta dalam menempatkan diri sebagai cerminan bangsa dalam pergaulan dunia. 
(K3) Memahami dan menerapkan pengetahuan faktual, konseptual, prosedural dalam ilmu pengetahuan, teknologi, seni, budaya, dan humaniora dengan    wawasan kemanusiaan,  kebangsaan, kenegaraan, dan peradaban terkait fenomena dan kejadian, serta menerapkan pengetahuan prosedural pada bidang kajian yang spesifik sesuai dengan bakat dan minatnya untuk memecahkan masalah
(K4) Mengolah,  menalar, dan menyaji dalam ranah konkret dan ranah abstrak  terkait dengan pengembangan dari yang dipelajarinya di sekolah secara mandiri,   dan mampu menggunakan metoda sesuai kaidah keilmuan.

B. Kompetensi Dasar

2.5   Menunjukkan sikap semangat menumbuhkembangkan ilmu pengetahuan dan kerja keras sebagai implementasi dari masa kejayaan Islam.
3.11 Menelaah perkembangan peradaban Islam pada masa kejayaan.
4.13 Mendiskripsikan perkembangan peradaban Islam pada masa kejayaan
C. Indikator Pencapaian Kompetensi  

2.5   Menunjukkan sikap semangat menumbuhkembangkan ilmu pengetahuan dan kerja keras sebagai implementasi dari masa kejayaan Islam.
3.11 Mampu Menelaah perkembangan peradaban Islam pada masa kejayaan.
4.13 Mampu Mendiskripsikan perkembangan peradaban Islam pada masa kejayaan

D. Tujuan Pembelajaran
Setelah mengikuti proses pembelajaran, peserta didik mampu:
1. Mendeskripsikan perkembangan peradaban Islam pada abad pertengahan.
2. Menjelaskan faktor-faktor yang memengaruhi kejayaan umat Islam pada abad
3. pertengahan.
4. Menjelaskan hikmah dari perkembangan Islam pada abad pertengahan.
5. Menampilkan sikap semangat menumbuhkembangkan ilmu pengetahuan dan kerja keras sebagai implementasi dari kejayaan umat Islam pada abad pertengahan.

6. Materi Ajar
Perkembangan peradaban Islam pada masa kejayaan

7. Metode Pembelajaran
Saintifik
kooperatif
rool play,diskusi, ceramah
8. Kegiatan Pembelajaran

Kegiatan Deskripsi Alokasiwaktu

Pendahuluan • Memberikan salam
• Menanyakan kepada siswa kesiapan dan kenyamanan untuk belajar
• Menanyakan kehadiran siswa
• Mempersilakan salah satu siswa memimpin doa
• Tanya jawab materi sebelumnya 
• Menyampaikan tujuan pembelajaran melalui power point.
10 menit

Inti • Mengamati
- Mengamati tayangan video tentang perkembangan masa kejayaan Islam
- Membaca artikel tentang perkembangan dan kemajuan Islam  pada masa kejayaan Islam 
• Menanya
- Mengajukan pertanyaan berkaitan dengan perkembangan dan kemajuan Islam  pada masa kejayaan Islam   seperti faktor-faktor apa saja yang mempengaruhi kemajuan  peradaban Islam ?
• Eksperimen/Eksplor
- Diskusi tentang perkembangan peradaban Islam pada masa kejayaan Islam
- Menelaah faktor-faktor yang mempengaruhi kemajuan peradaban pada masa kejayaan Islam 
- Menelaah hikmah kejayaan islam  yang dapat dijadikan contoh untuk keberhasilan dan kemajuan islam sekarang ini 
• Assosiasi
- Menyimpulkan perkembangan peradaban Islam pada masa kejayaan Islam 
- Menyimpulkan faktor-faktor yang memepengaruhi kemajuan peradaban Islam  pada masa kejayaan Islam
- Menyimpulkan faktor-faktor yang mempengaruhi kemajuan peradaban Islam yang dapat dijadikan contoh untuk keberhasilan dan kemajuan islam sekarang ini 
• Komunikasi
- Menyajikan/melaporkan hasil diskusi tentang faktor-faktor yang mempengaruhi kemajuan peradaban Islam pada masa kejayaan Islam
- Menanggapi hasil presentasi (melengkapi, mengkonformasi, dan menyanggah).
- Membuat resume pembelajaran di bawah bimbingan guru.
• Refleksi
Menampilkan sikap semangat menumbuh- kembangkan ilmu pengetahuan dan kerja keras  sebagai refleksi dari pemahaman kemajuan  peradaban Islam pada masa kejayaan Islam
70 menit

Penutup • Klarifikasi/kesimpulan siswa dibantu oleh guru menyimpulkan materi 
• Evaluasi untuk mengukur ketercapaian tujuan pembelajaran
• Siswa melakukan refleksi tentang pelaksanaan pembelajaran
• Mengucapkan salam
10 menit
9. Alat (Bahan) / Sumber Belajar:
a. Alat / Bahan : Al Qur’an, Power point, Video, LCD, Laptop
b. Sumber Belajar    : 
• Buku PAI Kls XI Kemdikbud
• Al-Quran dan Al-Hadits
• Buku tajwid
• Kitab tafsir Al-Qur’an
• Buku lain yang menunjang
• Multimedia interaktif dan Internet

10. Penilaian
1. Prosedur :
a. Penilaian proses belajar mengajar oleh guru
b. Penilaian hasil belajar (tes lisan/ tertulis berbentuk Esay)
2. Alat Penilaian (Soal terlampir)

    Mengetahui : Mojokerto, 17 Juli 2017
Kepala SMK Negeri I Dlanggu Guru Pendidikan Agama Islam



MUHARTO,S.Pd., MM ABDUL SYAKUR, S.Ag., M.Fil.I        
Pembina Tk. 1 NIP. 19710626200901 1 002
NIP. 19670510 19980401 004

A.     Awal Berdirinya Bani Abbasiyah
Kekuasaan Dinasti Bani Abbasiyah adalah melanjutkan kekuasaan Dinasti Bani Umayyah. Dinamakan Daulah Abbasiyah karena para pendiri dan penguasa Dinasti ini adalah keturunan Abbas, paman Nabi Muhammad SAW. Dinasti Abbasiyah didirikan oleh Abdullah al-Saffah ibn Muhammad ibn Ali ibn Abdullah ibn al-Abbass. Dia dilahirkan di Humaimah pada tahun 104 H. Dia dilantik menjadi Khalifah pada tanggal 3 Rabiul awal 132 H. [1]
Pada abad ketujuh terjadi pemberontakan diseluruh negeri. Pasukan Marwan ibn Muammad (pasukan Dinasti Umayyah) melawan pasukan Abdul Abbas.  Pemberontakan tersebut terjadi akibat ketidak puasan mereka tehadap khalifah-khalifah sebelumnya. Dan akhirnya di menangkan oleh pasukan Abbas.   Pasukan pemberontak terdiri dari kalangan Khawarij, Syi’ah, Mawali, dan Bani Abbas.
            Para Mawali bekerja sama dengan Bani Abbas, komando tertinggi gerakan Bani Abbas tidak menyisakan keluaga Umayah, karena perburuannya terhadap keluarga Umayyah itu, ia dijuluki dengan As-Safah yang berarti”yang menumpahka darah”.
          Abu Abbas kemudian didaulat menjadi khalifah pertama Bani Abbasiyah. Tahun 750 M diproklamasikan berdirinya pemerintahan Bani Abbasiyah di Kufah. Khalifah petamanya adalah Abu Abbas Ash Shaffah yang di baiat di Masjid Kufah. [2]
B.     Pendidikan Islam Pada Masa Keemasan
Masa Bani Abbasiyah adalah masa keemasan Islam, atau sering disebut dengan istilah ‘’The Golden Age’’. Pada masa itu Umat Islam telah mencapai puncak kemuliaan, baik dalam bidang ekonomi, peradaban dan kekuasaan. Selain itu juga telah berkembang berbagai cabang ilmu pengetahuan, ditambah lagi dengan banyaknya penerjemahan buku-buku dari bahasa asing ke bahasa Arab. Fenomena ini kemudian yang melahirkan cendikiawan-cendikiawan besar yang menghasilkan berbagai inovasi baru di berbagai disiplin ilmu pengetahuan. [3]
          Pemerintah Bani Abbasiyah berkuasa selama 5 abad, yaitu dari tahun 750-1258 M. Pada awalnya pusat pemerintahan di kota kufah kemudian pindah ke Hira lalu ke Abar (Hasyimiyah) dan akhirnya ke Baghdad. Baghdad adalah ibu kota pemerintah Bani Abbasiyah yang paling strategis, kota ini di bangun oleh Abu ja’far al Mansur dengan bentuk bulat, arsitek pembangunan adalah Hajjaj bin Art dan Amron bi Wahdah. Baghdad menjadi kota internasional dan disebut sebagai kota seribu malam.
           Ahli sejarah membagi pemerintahan bani Abbasiyah menjadi 5 priode yang didasarkan pada kondisi politik pemerintahan.
1.      Periode Pertama (tahun 750 – 847 M)
        Pada periode ini terdapat pengaruh persia yaitu masuknya keluarga Barmak dalam pemerintahan Bani Abbasiyah dan dalam bidang ilmu pengetahuan. Puncak kejayaan terjadi pada periode ini yaitu ketika di pinpin oleh khalifah Harun Al Rasyid. Semua sektor perekonomian maju, ilmu pengetehuan berkembang pesat sehingga rakyat menjadi sejahtera.
2.      Periode kedua (tahun 874 – 945 M)
         Bangsa Turki yang menjadi tentara mulai mendominasi pemerintahan Bani Abbasiyah. Mereka memilih dan menentukan khalifah sesuai dengan kehendaknya. Pada masa ini Bani Abbasiyah mulai mengalami kemunduran.
3.      Periode ketiga (tahun 945 – 1055 M)
        Pada masa Bani Abbasiyah di bawah kekuasaan Bani Buwaihi. Khalifah posisinya makin lemah hanya seperti pegawai yang digaji saja karena Bani Buwaihi berpaham Syi’ah sedangkan Bani Abbasiyah berpaham Sunni.
4.      Periode keempat (tahun 1055 – 1199 M)
        Periode ini ditandai dengan masuknya Bani Saljuk dalam pemerintahan Bani Abbasiyah karena telah mengalahkan Bani Buwaihi. Keadaan khalifah mulai membaik terutama bidang agama karena Bani Saljuk dengan Bani Abbasiyah sama-sama sepaham Sunni.
5.      Periode kelima (tahun 1199 – 1258 M)
        Pemerintahan Bani Abbasiyah tidak berada di bawah kekuasaan siapapun tetapi wilayah kekuasaannya hanya tinggal Baghdad dan sekitarnya. Pada tahun 1258 M, tentara Mongol dipinpin oleh Hulagu Khan masuk kota Baghdad menghancurleburkan kota Baghdad dan isinya, sehingga berakhirlah Bani Abbasiyah. [4]
           Sebenarnya zaman keemasan Bani Abbasiyah telah dimulai sejak pemerintahan pengganti Khalifah Abu Jakfar Al-Mansur yaitu pada masa Khalifah Al-Mahdi (775-785 M) dan mencapai puncaknya di masa pemerintahan Khalifah Harun Al-Rasyid. Di masa-masa itu para Khalifah mengembangkan berbagai jenis Kesenian, terutama kesusastraan pada khususnya dan kebudayaan pada umumnya. Berbagai buku bermutu diterjemahkan dari peradaban India maupun Yunani. Dari India misalnya, berhasil diterjemahkan buku-buku Kalilah dan Dimnah maupun berbagai cerita Fabel yang bersifat anonim.
              Kemajuan ilmu pengetahuan bukan hanya pada bidang sastra dan seni saja juga berkembang Ilmu-ilmu Naqli dan Ilmu Aqli. Perkembangan ini memunculkan tokoh-tokoh besar dalam sejarah ilmu pengetahuan, dalam ilmu bahasa muncul antara lain Ibnu Malik At-Thai seorang pengarang buku nahwu yang sangat terkenal Alfiyah Ibnu malik, dalam bidang sejarah muncul sejarawan besar Ibnu Khaldun serta tokoh-tokoh besar lainnya yang memiliki pengaruh yang besar bagi perkembangan ilmu pengetahuan selanjutnya. [5]

C.    Bidang Perkembangan/Keemasan Islam Pada Zaman Abbasiyah.
1.      Perkembangan Intelektual.
Secara garis besar Perkembangan Ilmu pengetahuan dan teknologi mencapai puncak kejayaan pada masa pemerintahan Harun ar-Rasyid. Hal ini dapat dilihat dari adanya gerakan penerjemahan buku dari berbagai bangsa dan bahasa. Sehingga dengan gerakan penerjemahan buku tersebut, lahirlah para tokoh Islam sesuai dengan keahliannya. 

a. Ilmu Umum
1) Ilmu Filsafat
  Al-Kindi atau Abu Yusuf Ya’qub Bin Ishak ( 809-873 M), seorang filsuf bangsa  Arab.
   Al Farabi (wafat tahun 916 M) dalam usia 80 tahun.
   Ibnu Maskawai (wafat tahun 523 H).
   Ibnu Shina ( 980-1037 M). Karangan-karangan yang terkenal antara lain: Shafa,   Najat, Qoman, Saddiya dan lain-lain
  Al Ghazali (1085-1101 M). Dikenal sebagai Hujjatul Islam, karangannya: Al-Munqizh Minadl-Dlalal ,Tahafutul Falasifah, Mizanul Amal, Ihya Ulumuddin, dan lain-lain.
  Ibnu Rusd (1126-1198 M). Karangannya: Kulliyaat, Tafsir Urjuza, Kasful Afillah, dan lain-lain.

b. Bidang Kedokteran
  Ali bin Rabban At Torabi. Merupaka dokter pribadi khalifah Al Mutawakkil yang menulis buku Firdaus.
  Ali bin Abbas Al Majusi, salah satu karyanya adalah Al kitab Al Maliki.
  Ibnu Sina, ia disebut oleh kaum muslimin sebagai pangeran dokter.
  Ar Razi atau Razes (809-873 M). Karangan yang terkenal mengenai cacar dan campak yang diterjemahkan dalam bahasa latin. [6]
c. Bidang Matematika
  Umar Al Farukhan: Insinyur Arsitek Pembangunan kota Baghdad.
  Al Khawarizmi: Pengarang kitab Al Gebra (Al Jabar), penemu angka (0).
d. Bidang Astronomi
        Berkembang subur di kalangan umat Islam, sehingga banyak para ahli yang terkenal dalam perbintangan ini seperti :
  Al Farazi : pencipta Astro lobe
  Al Gattani/Al Betagnius
  Abul wafat : menemukan jalan ketiga dari bulan
  Al Farghoni atau Al Fragenius.


2.      Perkembangan Peradaban di Bidang Fisik
Perkembangan peradaban pada masa daulah Bani Abbasiyah sangat maju pesat, karena upaya-upaya dilakukan oleh para Khalifah di bidang fisik. Hal ini dapat kita lihat dari bangunan – bangunan yang berupa:
a)      Kuttab
b)      Majlis Muhadharah,yaitu tempat pertemuan para ulama, sarjana,ahli pikir dan pujangga untuk membahas masalah-masalah ilmiah.
c)      Darul Hikmah, Adalah perpustakaan yang didirikan oleh Harun Ar-Rasyid. Ini merupakan perpustakaan terbesar yang di dalamnya juga disediakan tempat ruangan belajar.
d)     Masjid
e)      Pada masa Daulah Bani Abbassiyah, peradaban di bidang fisik seperti kehidupan ekonomi: pertanian, perindustrian, perdagangan berhasil dikembangkan oleh Khalifah Mansyur.

3.      Perkembangan peradaban di bidang politik dan pemerintahan
Dalam menjalankan roda pemerintahan Khalifah Dinasti Abbasiyah mengangkat menteri (wasir) dan membentuk kementrian (wizarat). Menteri adalah pembantu utama khalifah, ia berhak mengangkat dan memecat pegawai. Khalifah juga mengangkat hakim yang bertugas menyelesaikan masalah muamalah. Untuk membantu lancarnya kepemerintahan dibentuklah Diwanul Kitabah (Sekertariat Negara) dengan dibantu oleh : katibur Rasail, katibul Kharraj, katibul Jund, katibul Syurthan, katibul Qada’.
Selain itu, juga dibentuk departemen-departemen yang dikepalai oleh menteri, departemen-departemen itu antara lain : diwan al kharraj, diwan az-Ziman, diwan al jund, diwan barid, diwan ar Rasail. Dalam pemerintahan dinasti Umayyah ada juga yang disebut hajib, yang bertugas mengawasi dan memberikan persetujuan terhadap program kerja menteri. Wilayah Dinasti Abbasiyah dibagi menjadi beberapa provinsi yang dinamakan imarat, gubernurnya bergelar Amir.

4.      Bidang Militer
Militer Dinasti Abbasiyah terdiri atas tiga bagian, yaitu pasukan pemanah, pasukan infanteri, dan pasukan berkuda/kavaleri. Pasukan pemanah bersentakan anak panah dan busurnya, tugas pasukan ini adalah mengacaukan musuh dari jarak jauh. Pasukan invanteri bersenjatakan pedang, tombak, helm, dan tamengya. Mereka bertugas memukul mundur pasukan musuh pada pertempuran jarak dekat. Pasukan berkuda bersenjatakan pedang dan lembing, mereka bertugas mengobrak-abrik pertahanan lawan melalui depan, samping, dan belakang. Selain pasukan-pasukan di atas ada lagi pasukan pengawal khalifah, mereka ini pasukan elite yang bergaji tinggi.
          Angkatan bersenjata Dinasti Abbasiyah didominasi oleh orang Arabdan Persiah pada awalnya, namun pada tahun-tahun selanjutnya didominasi oleh Arab, Turki, dan persiah. Dan masa sebelum berakhir daulat ini pasukan bersenjatanya didominasi oleh Persiah dan Turki. [7]

5.      Sistem pendidikan islam pada masa  kejayaan
Masa kejayaan pendidikan Islam dimulai dengan berkembang pesatnya kebudayaan Islam yang ditandai dengan berkembang luasnya lembaga-lembaga pendidikan Islam dan madrasah-madrasah formal serta universitas dalam berbagai pusat kebudayaan Islam. Pendidikan tersebut sangat berpengaruh dalam membentuk pola kehidupan, budaya dan menghasilkan pembentukan dan perkembangan dalam berbagai aspek budaya kaum muslimin. [8]
Adapun sistem pendidikan Islam pada masa kejayaan meliputi : 
1. Kurikulum
           Kurikulum adalah sejumlah mata pelajaran yang harus ditempuh atau dipelajari oleh siswa. Lebih luas lagi, kurikulum bukan hanya sekedar rencana pelajaran, tetapi semua yang secara nyata terjadi dalam proses pendidikan di sekolah.
           Kurikulum dalam lembaga pendidikan Islam pada mulanya berkisar pada bidang studi tertentu. Namun seiring perkembangan sosial dan cultural, materi kurikulum semakin luas. Pada masa kejayaan Islam, mata pelajaran bagi kurikulum sekolah tingkat rendah adalah al-Quran dan agama, membaca, menulis, dan berenang. Sedangkan untuk anak-anak amir dan penguasa,
           Kurikulum tingat rendah sedikit berbeda. Di istana-istana biasanya ditegaskan pentingnya pengajaran ,ilmu sejarah, cerita perang, cara-cara pergaulan, disamping ilmu-ilmu pokok seperti al-Quran, syair, dan fiqih. Setelah usai menempuh pendidikan rendah, siswa bebas memilih bidang studi yang ingin ia dalami di tingkat tinggi.
            Ilmu-ilmu agama mendominasi kurikulum di lembaga-lembaga pendidikan formal, seperti masjid, dengan al-Quran sebagai intinya. Ilmu-ilmu agama harus dikuasai agar dapat memahami dan menjelaskan secara terperinci makna al-Quran yang berfungsi sebagai fokus pengajaran.
2. Metode Pengajaran
           Dalam proses belajar mengajar, metode pengajaran merupakan salah satu aspek pengajaran yang penting untuk mentransfer pengetahuan atau kebudayaan dari seorang guru kepada para pelajar. Metode pengajaran yang dipakai dapat dikelompokkan ke dalam tiga macam, yaitu lisan, hafalan, dan tulisan. Metode lisan bisa berupa dikte, ceramah, dan diskusi. Metode menghafal merupakan ciri umum dalam sistem pendidikan Islam pada masa ini. Untuk dapat menghafal suatu pelajaran, murid-murid harus membaca berulang-ulang sehingga pelajaran melekat di benak mereka. Sedangkan metode tulisan adalah pengkopian karya-karya ulama.
3. Rihlah Ilmiyah
            Salah satu ciri yang paling menarik dalam pendidikan Islam di masa itu adalah sistem Rihlah Ilmiyah, yaitu pengembaraan atau perjalanan jauh untuk mencari ilmu [9].


Simpulan
Adapun yang dapat saya simpulkan dari makalah ini, yaitu:
1.      Dinasti Abbasiyah didirikan oleh Abdullah al-Saffah ibn Muhammad ibn Ali ibn Abdullah ibn al-Abbass. Dia dilahirkan di Humaimah pada tahun 104 H. Dia dilantik menjadi Khalifah pada tanggal 3 Rabiul awwal 132 H, Setelah mengalahkan pasukan Marwan ibn Muhammad(pasukan Dinasti Umayyah).
2.      Masa Bani Abbasiyah adalah masa keemasan Islam, atau sering disebut dengan istilah ‘’The Golden Age’’. Pada masa itu Umat Islam telah mencapai puncak kemuliaan, baik dalam bidang ekonomi, peradaban dan kekuasaan. Selain itu juga telah berkembang berbagai cabang ilmu pengetahuan, ditambah lagi dengan banyaknya penerjemahan buku-buku dari bahasa asing ke bahasa Arab. Fenomena ini kemudian yang melahirkan cendikiawan-cendikiawan besar yang menghasilkan berbagai inovasi baru di berbagai disiplin ilmu pengetahuan.
3.      Bidang Perkembangan/Keemasan Islam Pada Zaman Abbasiyah, terdiri dari           a. perkembangan intelektual. b. perkembangan peradaban dibidang   fisik,didalamnya terdapat bangunan-bangunan yang dipakai untuk menuntut ilmu.seperti:kuttab,darul hikmah,masjid,dll. c. perkembangan peadaban dibidang politik dan pemerintahan, dengan mengangkat menteri-menteri dan nenbentuk kementerian, dan juga membentuk departemen-departemen yng di kepalai oleh menteri. d.  bidang militer,terdiri dari:pasukan pemanah, pasukan infanteri,dan pasukan berkuda
4.      Masa kejayaan pendidikan Islam dimulai dengan berkembang pesatnya kebudayaan Islam yang ditandai dengan berkembang luasnya lembaga-lembaga pendidikan Islam dan madrasah-madrasah formal serta universitas dalam berbagai pusat kebudayaan Islam. Pendidikan tersebut sangat berpengaruh dalam membentuk pola kehidupan, budaya dan menghasilkan pembentukan dan perkembangan dalam berbagai aspek budaya kaum muslimin.kebudayaan itu dipengaruhi oleh dua faktor,yakni faktor intern(yang dibawa dari ajaran Islam itu sendiri) dan faktor ekstern(yang dibawah luar ajaran Islam.
5.      Sistem pendidikan Islam terdiri atas tiga bagian,yaitu petama,Kurikulum   adalah sejumlah mata pelajaran yang harus ditempuh atau dipelajari oleh siswa.kedua, metode pengajaran, merupakan salah satu aspek pengajaran yang penting untuk mentransfer pengetahuan atau kebudayaan dari seorang guru kepada para pelajar. Ketiga, Rihlah Ilmiyah, yaitu pengembaraan atau perjalanan jauh untuk mencari ilmu.

INDIKATOR KOMPETENSI INTI 1 DAN 2
1. Disiplin
a. Selalu hadir di kelas tepat waktu
b. Mengerjakan LKS sesuai petunjuk dan tepat waktu
c. Mentaati aturan main dalam kerja mandiri dan kelompok
2. Tanggung jawab
a. Berusaha menyelesaikan tugas dengan sungguh-sungguh
b. Bertanya kepada teman/guru bila menjumpai masalah
c. Menyelesaikan permasalahan yang menjadi tanggung jawabnya
d. Partisipasi dalam kelompok
3. Peduli
a. Menjaga kebersihan kelas, membantu teman yang membutuhkan
b. Menunjukkan rasa empati dan simpati untuk ikut menyelesaikan masalah 
c. Mampu memberikan ide/gagasan terhadap suatu masalah yang ada di sekitarnya
d. Memberikan bantuan sesuai dengan kemampuannya
4. Kerja keras
a. Mengerjakan LKS dengan sungguh-sungguh
b. Menunjukkan sikap pantang menyerah
c. Berusaha menemukan solusi permasalahan yang diberikan
PEDOMAN PENILAIAN:
a. Penilaian dilakukan dengan cara membandingkan karakter siswa pada kondisi awal dengan pencapaian dalam waktu tertentu.
b. Hasil yang dicapai selanjutnya dicatat, dianalisis dan diadakan tindak lanjut.
.
• Tugas
- Mengumpulkan artikel dan tulisan tentang perkembangan Islam pada masa kejayaan Islam
- Mengumpulkan  data dan bentuk-bentuk visualisasi tentang perkembangan Islam  pada masa  kejayaan Islam
• Observasi
- Mengamati pelaksanaan diskusi dengan menggunakan lembar observasi yang memuat serta mengumpulkan berbagai data :
- Isi diskusi (perkembangan Islam, beserta  faktor-faktor yang mempengaruhi kemajuan  peradaban Islam) pada masa kejayaan Islam
- Sikap semangat menumbuh- kembangkan ilmu pengetahuan dan kerja keras sebagai refleksi dari pemahaman kemajuan  peradaban Islam pada masa kejayaan Islam
• Portofolio
- Membuat  makalah dan laporan perkembangan Islam  dan faktor-faktor yang mempengaruhi kemajuan  peradaban Islam pada masa kejayaan Islam
• Tes
- Tes kemampuan kognitif dengan bentuk tes soal – soal pilihan ganda dan uraian